10 Fakta Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan

Banyak sekali masyarakat yang beranggapan bahwa daun kelor merupakan tanaman yang bermanfaat untuk hal mistik. Ya, memang benar bahwa daun kelor dapat mengusir makhluk tak kasat mata itu. Ada juga yang menggunakannya untuk memandikan mayat agar guna mengusir aura negativ yang masih ada ditubuh mayat tersebut. Tapi, daun kelor bukan hanya tentang hal ghaib saja, tanaman ini juga berguna untuk kesehatan tubuh.

Daun kelor memiliki banyak manfaat untuk tubuh, hal tersebut sudah dibuktikan oleh hasil WHO yang mengatakan bahwa daun kelor dapat membantu perkembangan tubuh dan dijadikan pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit. Simak manfaat lainnya yuk

Manfaat daun kelor untuk tubuh

Mengobati kanker
Dari hasil penelitian jurnal Oncology Letters, daun kelor dapat mengobati penyakit kanker. Daun kelor yang telah diekstrak dan larut dalam air dapat menjadi obat untuk kanker payudara, kanker paru-paru hingga kanker kulit. Hal ini dikarenakan daun kelor mengandung banyak antioksidan, protein, karotenoid, pottasium dan zat lainnya yang mampu melawan radikal bebas dan menangkal pertumbuhan sel kanker.

Menyehatkan mata
Sulit dipercaya ya, bahwa daun kelor dapat menyehatkan mata. Pasalnya banyak yang percaya bahwa kesehatan mata didapatkan oleh makanan yang banyak mengandung vitamin A dan biasanya yang berwarna merah seperti wortel dan tomat. Dalam 100gr daun kelor, terdapat 3390 SI vitamin A yang bahkan lebih tinggi daripada wortel.

Menurunkan kadar gula
Mumbai telah melakukan penelitian dengan hasil yang menyatakan bahwa khasiat daun kelor olahan, entah itu teh atau sayur, dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Hal ini dikarenakan adanya pemberian obat glibencamide yang berfungsi untuk meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Di India daun ini sering dijadikan sebagai obat herbal.

Antioksidan
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Tingkat radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidasif yang berkaitan dengan penyakit kronis. Selain vitamin C dan beta karoten, Quercetin dan Asam klorogenik juga termasuk.

Saat studi, seorang wanita menemukan bahwa memakai 1,5 sdt (7 gram) bubuk daun kelor setiap harinya selama 3 bulan, dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh Anda. Daun kelor yang sudah diekstrak dapat digunakan sebagai pengawet makanan seperti meningkatkan jangka waktu simpan daging.

Menurunkan kolestrol
Kolestrol tinggi sangat berpengaruh dengan meningkatnya resiko terkena penyakit jantung. Tapi jangan khawatir, banyak makanan nabati yang efektiv mengurangi kolestrol seperti biji rami, oat dan almond.
Studi mengatakan bahwa daun kelor juga memungkinkan memiliki efek penurun kolestrol yang serupa.

Gizi untuk ibu menyusui
Ibu yang sedang menyusui membutuhkan banyak gizi agar kesehatan bayi tetap terjaga. Nah, daun kelor sangat dianjurkan untuk ibu menyusui yang membutuhkan asupan zat besi.

Daun kelor juga baik untuk wanita yang mengalami anemia akibat menstruasi. Kandungan zat besi pada daun kelor sangat tinggi sehingga membantu memulihkan gejala kurang darah.

Sebagai anti-aging
Bagi Anda yang sudah memasuki masa menopause, dianjurkan sekali untuk rutin mengonsumi daun kelor untuk memperlambat efek penuaan. Kandungan antioksidan yang tinggi mampu menangkal radikal bebas dan menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh.

Menyehatkan sistem pencernaan
Jika Anda memiliki masalah dengan sistem pencernaan seperti maag, Anda dapat mengonsumsi daun kelor secara rutin. Daun kelor memiliki fungsi anti inflamasi yang baik untuk pencernaan.

Menjaga fungsi otak
Banyak orang yang memiliki masalah dengan mood, mudah depresi dan stress. Daun kelor memiliki fungsi untuk menjaga fungsi otak agar pikiran dan mood tetap stabil. Daun kelor memiliki fungsi neurotransmitter dan senyawa teroid untuk menjaga kestabilan psikis.

Mengobati cacingan
Daun kelor dapat dijadikan obat tradisional untuk cacingan. Caranya dengan merebus 3 lembar daun kelor bersamaan dengan cabai dan meniran. Air hasil rebusan tersebut diminumkan pada anak yang cacingan untuk mengurangi infeksi cacing, terutama cacing kremi dan cacing pita.

 

Jadi, jangan selalu mengaitkannya dengan hal mistis ya  semoga bermanfaat.