Seputar Kolik Pada Bayi, Bunda Harus Tahu!

Kolik Pada Bayi

FokusKita.com Bayi saya menangis sangat lama bahkan terus menerus. Mungkinkah ia menderita kolik? Jika bayi Anda berumur kurang dari 5 bulan dan saat ini mengalami hal seperti menangis lebih dari tiga jam berturut-turut pada tiga hari atau lebih dari satu minggu atau bahkan sudah 3 minggu, kemungkinan bayi Anda mengalami kolik.

Kolik adalah suatu kondisi dimana bayi menangis terus dan sulit untuk dikendalikan. Kolik pada bayi bukanlah penyakit dan tidak berbahaya, tetapi akan menjadi masalah yang serius jika di alami sangat lama dan terkadang susah untuk di pulihkan.

Tanda-tanda Kolik Pada Bayi

Perlu Bunda ketahui bahwa kolik sangat sering terjadi pada bayi yang berumur 2 hingga 3 minggu. Bayi umumnya akan menangis saat ia basah atau lapar atau takut bahkan karena ia kelelahan bermain, bayi yang mengalami kolik akan sangat susah di tenangkan pada jam-jam yang sama. Misalnya saja ia akan sangat rewel pada jam 8 malam.

Ciri-ciri bayi kolik biasanya pada bagian perut akan nampak membesar seperti kembung. Anda mungkin akan melihat bayi Anda akan meronta kakinya dan bahkan ia akan buang angin ketika sedang menangis. Karena memang kolik pada bayi disebabkan timbunan gas dalam perut.

Bayi Kolik Sampai Umur Berapa?

Mungkin anda akan bertanya, kalau bayi kolik itu biasanya sampai umur berapa? Kolik pada bayi akan mengalami puncaknya ketika bayi berusia 6 minggu dan bahkan akan meningkat secara berlebihan pada bayi yang berusia 3 hingga 4 bulan.

Ya, itu merupakan satu proses yang panjang, pada saat itu Anda mesti belajar bagaimana untuk menghibur bayi Anda sebaik-baiknya serta meminta pertolongan medis saat Anda membutuhkannya. Menjaga bayi kolik dapat benar-benar stres serta Anda butuh istirahat dengan cara teratur untuk menjaga sendiri kesehatan Anda. Bekerja bersama dengan pasangan Anda atau rekan atau saudara menjaga bayi adalah hal yang paling baik.

Mengapa Tidak Semua Bayi Menderita Kolik?

Kolik yaitu satu diantara misteri besar kehidupan bayi. Kurang lebih 20% bayi bisa mengalami kolik. Tak ada yang tahu kenapa sebagian bayi lebih rawan terhadap kolik dari pada bayi yang lainnya, bahkan Dokter pun tidak mengetahui misteri ini.

Bayi Anda barangkali alami kolik karena pencernaan yang masih sangat peka atau masih lemah. Saluran pencernaan bayi baru lahir memiliki kandungan amat sedikit dari enzim serta cairan pencernaan yang dibutuhkan untuk memecah makanan, terkadang pemrosesan protein dalam ASI atau susu formula bisa mengakibatkan gas yang menyakitkan.

Aksi berteriak bayi saat menangis sendiri bisa mengakibatkan bayi untuk menelan banyak hawa dan itu juga mengakibatkan bayi masuk angin atau kembung. Jika bayi Anda mengalami kolik karena masalah perut, mungkin Anda akan mengetahui bayi Anda akan kesakitan saat makan makanan tertentu.

Haruskah Membawa Bayi Kolik ke Dokter?

Ya, itu ide yang baik untuk berkonsultasi dengan dokter perihal bayi anda yang menangis terus. Dokter mungkin dapat memecahkan masalah dan menemukan pemicu kolik yang lain, seperti infeksi usus atau saluran kemih sehingga bisa memberikan obat yang tepat pada bayi Anda.

Apabila bayi Anda mempunyai tanda-tanda lain seperti demam, muntah atau tinja berdarah, hubungi dokter secepatnya. Beberapa gejala itu bukan hanya karena kolik atau bisa menyebabkan bayi dalam masalah besar.

Kolik Pada Bayi Karena Ibu Salah Makan?

Sebagian bayi yang memperoleh ASI mungkin kolik di sebabkan karena makanan Ibu yang salah atau makan makanan tertentu secara berlebihan. Terdapat beberapa pro-kontra perihal makanan mana yang punya masalah, tetapi produk susu yang salah sebagai pemicu utama. Bila Anda menyusui, coba beberapa hari tidak konsumsi susu, untuk mengetahui apakah bayi Anda akan lebih baik atau tidak.

Pemicu yang lain seperti makanan pedas, product gandum, kacang-kacangan, strobery, sayuran (seperti kol, brokoli serta kembang kol, bawang putih, kafein kopi teh serta alkohol). Untuk melihat apakah satu diantara dari makanan di atas merupakan penyebabnya, Anda coba tidak mengonsumsi untuk beberapa hari dan analisa apakah lebih baik.

Baca juga : Penyakit Kuning Pada Bayi

Jika bayi Anda mengalami rewel lagi saat Anda mulai makan makanan tertentu, Anda perlu waspada dan cobalah untuk tidak mengkonsumsi lagi beberapa hari bahkan untuk satu minggu. Jika bayi Anda lebih nyaman dan lebih baik, penyebabnya mungkin sudah Anda temukan.

Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

Ada beberapa cara yang bisa bunda lakukan sendiri di rumah untuk mengatasi kolik pada bayi, tanpa perlu pergi ke dokter dan berikut adalah diantaranya :

1. Periksa botol air minum bayi

Jika saat ini bayi Anda minum susu dari botol, bersihkan botol dan sterilkan, pastikan saat minum susu tidak terlalu banyak hawa yang masuk dari botol ke dalam mulut bayi caranya dengan memiringkan botol susu bayi Anda secara perlahan.

Puting pada botol harus mempunyai lubang yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Jika terlalu kecil bisa menyebabkan bayi meyedot botol tidak mendapatkan banyak susu tetapi justru banyak udara yang di hirup dari mulut. Jika terlalu besar bisa menyebabkan susu menyembur terlalu cepat dan menyebabkan bayi tersedak.

Saat ini banyak model botol yang dirancang spesial untuk kurangi bayi menelan udara pada saat menyusu. Ada yang di desain melengkung, ada juga yang mempunyai ventilasi internal ataupun liners yang akan membuang gelembung udara pada botol.

2. Memberikan susu botol bayi dengan tegak

Anda bisa coba memegang bayi Anda lebih tegak sepanjang menyusui agar susu formula atau ASI lebih lancar masuk ke dalam perut bayi. Jika bayi mempunyai kebiasaan meringkuk atau membungkuk ini akan bisa menyebabkan banyak udara dan hawa di dalam perutnya yang bercampur makanan.

3. Jangan memberikan makan saat bayi menangis

Berikan makan atau susu bayi Anda sebelum ia kelaparan dan menangis. Jika bayi Anda menangis karena kelaparan dan langsung Anda berikan ASI atau susu formula maka akan menyebabkan kemungkinan lebih banyak hawa yang akan masuk kedalam perut bayi. Yang tidak kalah penting berikan ASI atau susu formula pada kamar yang tenang dan tidak berisik bahkan bisa mencoba matikan lampu, menyetel musik lembut yang di sukai bayi.

4. Membuat bayi Anda bersendawa

Bersendawa saat makan akan menolong dan mengeluarkan gelembung dalam perut bayi, cobalah membimbing bayi Anda agar bisa bersendawa. Jangan menunggu saat bayi Anda sudah kenyang baru bersendawa. Anda bisa merubah beberapa posisi saat bayi Anda minum ASI agar bayi Anda bisa bersendawa dengan sendirinya.

5. Mengatur pola makan Anda lebih baik

Jika Anda merasa bayi Anda sangat sensitif terhadap ASI yang Anda hasilkan, cobalah menghindari beberapa makanan yang bisa menyebabkan kolik pada bayi karena terlalu banyak gas seperti keju atau yoghurt. Cobalah tidak makan seminggu dan apakah ada perubahan.

6. Membuat obat alami untuk kolik

Orangtua kita sudah sejak lama menggunakan obat alami untuk menyembukan berbagai sakit pada bayi, untuk kolik bisa mencoba menyeduh teh herbal atau bahkan adas. Jika Anda ragu, bisa bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman atau pakar herbalis untuk dosis yang lebih tepat. Banyak Ibu yang menyebutkan dengan menyeduh teh herbal untuk bayi akan lebih baik dan bayi lebih nyaman.

Anda bisa mencoba jalan keluar lain untuk mengatasi kolik pada bayi. Riset yang mungkin sudah lama tetapi banyak membenarkan bahwa tetes probiotik bisa menolong dan mengurangi bayi dari derita kolik. Lactobacillus reuteris yaitu probiotik yang sudah dipelajari untuk pertolongan kolik pada bayi. Jika Anda ragu, bisa berkonsultasi dengan Dokter bayi Anda.

7. Pijat bayi Anda

Menggosok perut bayi dengan lembut bisa menolong menyingkirkan gas atau setidaknya menolong perut bayi Anda menjadi lebih baik. Anda dapat juga coba meletakkan bayi di lutut Anda dengan di berikan alas, posisi perut di bawah dan Anda bisa menyeka punggungnya dengan lembut.

8. Pakai botol air hangat

Isi botol air panas dengan air hangat serta bungkus dalam handuk. Tempatkan di perut Anda serta biarlah bayi Anda berbaring diatas Anda. Berhati-hatilah dan jangan membuat air terlampau panas karena bisa membahayakan bayi Anda.

9. Coba dengan situasi yang baru

Bila Anda terus menerus didalam ruangan, Anda bisa membawa bayi Anda untuk berjalan-jalan, baik di kereta dorong atau menggunakan gendongan sling atau paket depan. Panorama baru, nada serta bau bisa mengalihkan perhatiannya serta hawa fresh serta gerakan memiliki irama jalan bisa menenangkannya serta sangat mungkin dia untuk tidur. Tetapi jangan terlalu berlebihan karena juga tidak bagus untuk bayi.

10. Mengharumkan lingkungan

Sebagian bayi merespon dengan baik karena aroma. Aromatherapists meningkatkan formula minyak esensial dan Anda bisa mencobanya agar bayi bisa sangat tenang dan tidak terlalu gelisah dan terus menangis.

11. Mandikan bayi Anda

Mandi hangat saat bayi mengalami koli bisa mengalihkan perhatian serta bayi akan lebih rileks. Air yang hangat juga bisa membantu bayi Anda lebih nyaman dan merasa lebih baik.

Demikian tadi adalah beberapa informasi mengenai kolik pada bayi yang perlu Bunda ketahui, semoga setelah membaca artikel ini kita sebagai orangtua bisa lebih waspada dan cepat tanggap ketika bayi kita mengalami kolik. Karena terkadang banyak ibu yang tidak menyadari kalau bayinya mengalami kolik.